Gojambi.id. Muara Sabak- Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Dillah Hikmah Sari didampingi Wakil Bupati Muslimin Tanja, menyambut kedatangan Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni dan Ketua umum DPP PSI Kaesang Pangerap bersama Gubernur Jambi Al Haris.
Dalam kunjungan kerjanya ke Tanjabtim, ikut dihadiri forum Komunikasi Ponpes Jambi yang berlangsung di rumah dimas bupati komplek Perkantoran-Bukit Benderang, Rabu (25/06/2025).
Dihadapan Menhut Raja Juli Antoni dan Gubernur Al Haris, Bupati Dillah Hich menyampaikan, beberapa tantangan pembangunan pada pemanfaatan potensi wilayah penyangga kawasan hutan lindung, selain aturan dan regulasi yang membatasi kewenangan daerah.
Berdasarkan surat keputusan menteri kehutanan dan ingkungan hidup Nomor K129/MENLHK/SETJEN/PKL.0/2/2017, tentang penerapan peta kesatuan hidrologis gambut nasional 62 persen luas wilayah Tanjabtim merupakan area bergambut 30 persen, diantaranya merupakan peruntukan konservasi dan 32 persen lagi diperuntukan budidaya dengan kondisi wilayah yang mayoritas bergambut.
Menyikapi hal ini, sebagai upaya pencegahan dan penanganan dan pemulihan lingkungan. Beberapa isu penting yaitu, ancaman Karhutla, banjir, tapal batas dan abrasi di beberapa titik pesisir pantai yang mengancam pemukiman penduduk di wilayah Kecamatan Sabak Timur dan Kecamatan Sadu, ujar Bupati Dillah.
Menhut Raja Juli Antoni mengatakan, Kemenhut siap memfollow up berbagai persoalan kehutanan wilayah Tanjabtim.
Menhut berjanji akan memaksimalkan fungsi perhutani sosial Jambi, dimungkinkan akan membuka akses pemanfaatan hutan, yang bertujuan untuk memandirikan Santri Ponpes Jambi.
Tata kelola perhutani sosial, adalah merupakan aspek ekonomi, bersamaan menjaga kerusakan hutan dan mendorong kecintaan terhadap alam, dalam hal ini kesiapan untuk menghijaukan kawasan penyanggah hutan berupa tanaman hutan.
Nantinya pihak Kemenhut akan mendistribusikan bibit tanaman hutan, kata Menhut Raja Juli Antoni. A. Wahab. Mustopa.













